Indonesia dan 65 negara kecam serangan Israel terhadap pasukan unifil di lebanon.

Global
Redaksi Federasi Note
Redaksi Federasi Note
4 jam yang lalu 12:53 WIB 26x dilihat
Indonesia bersama lebih dari 65 negara secara resmi mengecam keras serangan terhadap pasukan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) yang bertugas menjaga stabilitas di Lebanon selatan. Kecaman tersebut disampaikan melalui pernyataan bersama di markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, menyusul meningkatnya eskalasi konflik yang membahayakan keselamatan personel penjaga perdamaian.

Pernyataan bersama itu diprakarsai Indonesia sebagai salah satu negara kontributor terbesar pasukan UNIFIL. Dalam pernyataan tersebut ditegaskan bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian tidak dapat dibenarkan dalam situasi apa pun. Para penjaga perdamaian menjalankan mandat Dewan Keamanan PBB untuk menjaga stabilitas dan melindungi warga sipil, sehingga keselamatan mereka harus dihormati oleh semua pihak yang terlibat konflik.

Di tengah kecaman internasional tersebut, PBB juga menyampaikan hasil temuan awal investigasi atas insiden yang menewaskan tiga prajurit TNI yang tergabung dalam UNIFIL. Berdasarkan penyelidikan sementara, satu prajurit dilaporkan tewas akibat proyektil yang ditembakkan oleh tank milik Israel Defense Forces (IDF), sementara dua lainnya diduga menjadi korban ledakan perangkat peledak rakitan yang kemungkinan dipasang oleh kelompok bersenjata di wilayah tersebut. PBB menegaskan bahwa seluruh insiden tersebut tidak dapat diterima dan berpotensi merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional apabila terbukti disengaja.

Temuan awal itu semakin memperkuat seruan negara-negara anggota agar dilakukan investigasi menyeluruh dan transparan, serta agar pihak-pihak yang bertanggung jawab dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum internasional.

 Indonesia dalam pernyataannya juga mendesak semua pihak untuk menahan diri, menghormati kedaulatan Lebanon, dan menjamin keamanan seluruh personel PBB di lapangan.

Situasi keamanan di Lebanon dalam beberapa waktu terakhir dilaporkan memburuk akibat meningkatnya ketegangan dan serangan lintas batas. Kondisi ini membuat posisi pasukan penjaga perdamaian berada dalam risiko tinggi di tengah konflik yang terus berkembang. Dukungan puluhan negara terhadap pernyataan bersama tersebut mencerminkan solidaritas global dalam menjaga integritas misi perdamaian PBB serta memastikan keselamatan para penjaga perdamaian yang menjalankan mandat internasional.
Indonesia dan 65 negara kecam serangan Israel terhadap pasukan unifil di lebanon.

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Copyright © 2025 FEDERASI NOTE — All rights reserved