Presiden Prabowo Subianto menyaksikan secara langsung penyerahan enam unit jet tempur Dassault Rafale kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam seremoni yang berlangsung di Pangkalan Angkatan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada Senin (18/5). Jet tempur tersebut diproduksi oleh perusahaan dirgantara asal Prancis, Dassault Aviation, dan menjadi bagian dari kontrak pengadaan 42 unit Rafale yang telah disepakati pemerintah Indonesia sejak tahun 2022.
Dalam prosesi penyerahan, Presiden Prabowo memulai rangkaian acara dengan melepas tirai logo Skadron Udara 12 yang terpasang di bagian depan badan pesawat. Setelah itu, dilakukan prosesi penyiraman air ke bagian roda depan pesawat sebagai simbol resmi bergabungnya armada baru tersebut ke jajaran kekuatan TNI AU. Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan kunci pesawat secara simbolis dari Presiden Prabowo kepada Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, yang selanjutnya menyerahkan kunci tersebut kepada Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Tonny Harjono.
Selain enam unit Rafale, Indonesia juga menerima sejumlah armada udara lain buatan Prancis, di antaranya enam unit pesawat Falcon 8X dan satu unit Airbus A400M/MRTT Alpha 4001. Kehadiran armada baru ini diharapkan mampu memperkuat sistem pertahanan nasional sekaligus meningkatkan kesiapan operasional TNI AU dalam menjaga kedaulatan wilayah udara Indonesia.
Dalam keterangannya kepada awak media usai seremoni, Presiden Prabowo menegaskan bahwa penguatan alat utama sistem persenjataan dilakukan sebagai langkah pertahanan dan deterrent atau daya tangkal negara. Menurutnya, Indonesia tidak memiliki kepentingan lain selain menjaga keamanan wilayah dan kedaulatan nasional di tengah dinamika geopolitik global yang terus berkembang.
Komentar (0)
Tinggalkan Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!