Pemerintah Aceh mencatat capaian positif dalam realisasi pendapatan daerah tahun anggaran 2025. Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), menyampaikan bahwa pendapatan daerah berhasil menembus Rp10,69 triliun atau setara 100,07 persen dari target yang telah ditetapkan.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat paripurna DPR Aceh dengan agenda penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Aceh Tahun Anggaran 2025 pada Senin, 6 April 2026. Dalam forum tersebut, Mualem menegaskan bahwa kinerja fiskal daerah tetap terjaga meskipun Aceh menghadapi tekanan berat akibat bencana hidrometeorologi yang terjadi pada penghujung 2025.
Ia juga memaparkan sejumlah indikator sosial yang menunjukkan tren membaik. Tingkat kemiskinan tercatat turun dari 14,23 persen pada Maret 2024 menjadi 12,23 persen pada Maret 2025. Di sisi lain, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat dari 75,36 pada 2024 menjadi 76,23 pada 2025. Realisasi investasi sepanjang tahun juga melampaui Rp9 triliun.
Dalam sektor kesejahteraan dan pendidikan, Pemerintah Aceh telah membangun 1.457 unit rumah layak huni bagi masyarakat kurang mampu. Selain itu, bantuan beasiswa disalurkan kepada 87.184 siswa yatim dan piatu dengan total anggaran Rp118 miliar.
Program Jaminan Kesehatan Aceh pun terus dilanjutkan, dengan cakupan pelayanan yang menjangkau sekitar 1,4 juta jiwa penduduk. Capaian ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat Aceh.
Komentar (0)
Tinggalkan Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!